Calon Bos BI Solikin Bawa 'SEMANGKA' ke BI, Apa Maksudnya?

calendar_today August 27, 2026 at 19:37 person By Admin schedule 10 hours ago
Calon Bos BI Solikin Bawa 'SEMANGKA' ke BI, Apa Maksudnya?

Solikin M. Juhro menawarkan konsep "SEMANGKA Nusantara" untuk mengatasi trilema keberlanjutan BI: stabilitas, pertumbuhan tinggi, dan ekonomi inklusif.

Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro menjalani uji kelayakan dan kepatutan (Fit and Proper Test) di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Solikin menyoroti pentingnya BI mengatasi “trilema keberlanjutan”, yakni menjaga stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan tinggi, sekaligus memastikan pembangunan yang inklusif. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Hal tersebut disampaikan Solikin saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Deputi Gubernur BI di Komisi XI DPR RI, Kamis (27/8/2026). Ia diajukan untuk menggantikan Aida S Budiman yang dicalonkan Presiden Prabowo Subianto sebagai Deputi Gubernur Senior BI. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Menurut Solikin, kebijakan ekonomi selama ini kerap dihadapkan pada pilihan dilematis, seperti antara pertumbuhan dan stabilitas maupun inklusivitas dan efisiensi. Namun, berdasarkan pengalamannya selama 32 tahun bekerja di bank sentral, ketiga aspek tersebut justru dapat saling memperkuat. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

“Stabilitas memungkinkan pertumbuhan, pertumbuhan memperluas kesempatan kerja, dan inklusivitas memperkuat basis ekonomi dan sosial. Pada akhirnya, basis ekonomi yang semakin kuat akan kembali memperkokoh stabilitas. Jadi ketiganya saling memperkuat satu sama lain,” ujar Solikin dalam fit and proper test di hadapan Komisi XI DPR RI. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Solikin menawarkan delapan strategi yang dirangkumnya dalam konsep “SEMANGKA Nusantara versi dua”. Strategi ini terbagi dalam tiga lapisan, yakni S-E-M-A sebagai jangkar kebijakan, N dan G sebagai mesin transformasi, serta K-A sebagai pengungkit implementasi. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

S mencerminkan Stabilitas Dinamis untuk Pertumbuhan Berkelanjutan, sedangkan E adalah Efektivitas Kebijakan Moneter dan Operasi Moneter yang Pro Market. M merujuk pada Makroprudensial Adaptif, Inovatif, dan Pro Growth, sementara A berarti Akselerasi Pendalaman Pasar Keuangan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Selanjutnya, N merupakan Navigasi Ekonomi dan Keuangan Inklusif, Termasuk UMKM, sedangkan G adalah Gerak Cepat Digitalisasi Sistem Pembayaran. K mencerminkan Kelembagaan BI yang Kredibel dan Berkelola Baik, sementara A terakhir berarti Aksi Bersama dan Sinergi Kebijakan Nasional. Solikin menilai pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Soemitronomics untuk membangun kekuatan ekonomi dari dalam, memperkuat fondasi struktural, dan memastikan kebijakan bermuara pada kesejahteraan masyarakat. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Share insight ini: