Harga Minyak Membara karena Iran-Israel Saling Serang, Naik 5%
Jakarta, CNBC Indonesia- Harga minyak naik di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Senin (8/6/2026). Emas hitam kembali "mendidih" karena Iran dan Israel yang saling melancarkan serangan, meningkatkan kekhawatiran hancurnya gencatan senjata yang sebelumnya dibuat dengan Amerika Serikat (AS).
Patokan internasional minyak mentah Brent berjangka untuk Juli naik 5,1% menjadi US$97,83 per barel. Sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk Agustus naik 4,48% menjadi $94,85 per barel.
Sebelumnya, Angkatan Udara Israel menyerang target militer di Iran barat dan tengah, Senin waktu setempat. Ini menjadi balasan atas serangan Iran yang menembakkan rudal ke Israel Minggu, sebagai balasan atas aksi Zionis di Lebanon dan Gaza, Minggu.
Presiden AS Donald Trump sendiri dilaporkan sudah meminta Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu menahan diri. Trump mengatakan, serangan rudal tersebut "tentu tidak akan membantu negosiasi" dalam sebuah wawancara dengan media Fox News.
Hingga berita diturunkan Iran dan Israel masih saling serang. Dilaporkan pula bagaimana kelompok Houthi di Yaman yang mendukung Iran, turut menyerang Israel dengan mengancam penutupan Laut Merah.
Penutupan Laut Merah akan makin mengancam rute perdagangan dunia, setelah gangguan di Selat Hormuz. Laut Merah penting bagi logistik global sementara Selat Hormuz urgent bagi energi.
Sementara itu, OPEC+ setuju untuk meningkatkan target sebesar 188.000 barel per hari mulai Juli. Ini kenaikan kuota produksi minyak keempat sejak penutupan Selat Hormuz.