Saham-Saham BUMN Diborong, Kawal IHSG Parkir di Zona Hijau

calendar_today October 22, 2026 at 16:26 person By Admin schedule 1 hour ago
Saham-Saham BUMN Diborong, Kawal IHSG Parkir di Zona Hijau

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini di zona hijau. IHSG berada di level 5.387,91, naik 59,54 poin atau 1,12%.

Padahal, hari ini IHSG dibuka merah di 5.247,98, bahkan turun cukup dalam hingga mneyentuk level 2%. Indeks lalu berbalik arah dan naik bertahap hingga menyentuh level tertinggi harian di 5.422,59.

Aktivitas perdagangan sepanjang hari tergolong ramai. Volume transaksi tercatat 331,29 juta lot dengan nilai transaksi Rp15.313,18 miliar, atau sekitar Rp15,31 triliun.


Mengutip data Refinitiv, penguatan IHSG hingga akhir tahun didorong oleh mayoritas saham-saham BUMN seperti, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), dan PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM).

Seperti diketahui, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mengalokasikan dana sebesar Rp1,17 triliun untuk periode 30 April 2026 hingga 29 April 2027.

Sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga memiliki program buyback dengan alokasi dana Rp627 miliar. Periode pelaksanaan program tersebut berlangsung pada 27 Juli 2026 hingga 26 Oktober 2026.

Sedangkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyiapkan langkah untuk mempercepat pelaksanaan program pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp4 triliun yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 8 Juni 2026. Program tersebut masih berjalan dalam periode 12 bulan yang telah disetujui, yakni sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Per 19 Oktober 2026, sisa alokasi buyback yang telah disetujui masih lebih dari Rp3 triliun.

BPI Danantara Indonesia telah mengaku telah mulai masuk ke pasar saham Indonesia di tengah tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, tekanan pasar saat ini menjadi peluang investasi bagi Badan Pengelola Investasi (BPI) tersebut.

"Per kemarin, hari ini kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada, menurut kami efektif, dan kita akan terus selama harganya menarik dan memiliki prospek yang baik," ujar Pandu dalam Coffee Morning Danantara Indonesia, di Jakarta, Kamis, (22/10/2026).

Ia menegaskan, Danantara ingin menambah kepemilikan pada sejumlah saham BUMN dengan mempertimbangkan potensi keuntungan dan keseimbangan antara risiko dan imbal hasil atau risk-reward. Pasalnya, saham BUMN dinilai memiliki fundamental yang baik, prospek pertumbuhan yang menjanjikan, serta valuasi yang menarik.

Ia menambahkan, langkah investasi tersebut telah mulai dieksekusi dan sejalan dengan pandangan Danantara terhadap prospek perusahaan-perusahaan BUMN di pasar modal. Menurutnya, fokus investasi tetap pada fundamental perusahaan dengan mempertimbangkan potensi keuntungan yang dapat diperoleh.

Terkait strategi penempatan dana, Managing Director, Global Relations & Communications Pahala Mansury mengatakan, besaran investasi yang disiapkan kurang lebih serupa dengan dana yang telah ditempatkan Danantara pada periode sebelumnya.

"Cara kita mendeploy Kita juga tidak melakukan stock picking Kita bermitra dengan pihak lain Mereka lah yang nanti berdasarkan pertimbangan profesionalnya. Kita melakukan process due diligence," kata Pahala.

Share insight ini: