Suahasil-Destry Kompak Dorong Pembayaran QR Lintas Negara di G20

calendar_today October 16, 2026 at 08:40 person By Admin schedule 14 hours ago
Suahasil-Destry Kompak Dorong Pembayaran QR Lintas Negara di G20

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia menegaskan pentingnya kejelasan standar hukum dan regulasi untuk mendukung inovasi keuangan digital. Kepastian aturan dinilai penting agar pelaku pasar memiliki acuan yang jelas sekaligus menjadi pegangan bagi pembuat kebijakan.

Pesan tersebut disampaikan delegasi Indonesia dalam pertemuan 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10/2026). Delegasi Indonesia diwakili oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan tiga hal utama terkait arah kebijakan dan kerja sama keuangan global.

Pertama, Indonesia mengapresiasi capaian dan peran Financial Stability Board (FSB) dalam mendorong modernisasi regulasi serta memetakan berbagai risiko material yang muncul seiring perkembangan inovasi keuangan digital.

Indonesia menilai kejelasan kerangka hukum dan regulasi diperlukan untuk memberikan kepastian bagi pelaku pasar di tengah perkembangan produk dan layanan keuangan digital.

Kedua, Indonesia menegaskan komitmen untuk terus mendorong pengembangan sistem pembayaran lintas negara (cross-border payment) berbasis kode QR serta penggunaan transaksi mata uang lokal (local currency transaction/LCT).

Kedua inisiatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sistem pembayaran, memfasilitasi aktivitas perdagangan, serta memperdalam inklusi keuangan.

Penggunaan pembayaran berbasis QR lintas negara dan transaksi mata uang lokal juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas keuangan antarnegara.

Ketiga, Indonesia menyambut baik fokus G20 pada modernisasi pasar uang dan pembayaran lintas negara. Namun, Indonesia menilai keberagaman kerangka regulasi, struktur pasar, serta tingkat perkembangan sektor keuangan di antara negara anggota perlu menjadi pertimbangan dalam menyusun agenda bersama.

Untuk itu, Indonesia mengusulkan pelaksanaan pemetaan awal atau stock-taking exercise guna mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan masing-masing negara.

Pemetaan tersebut diharapkan menjadi fondasi diskusi untuk menentukan prioritas bersama sekaligus memfasilitasi kerja sama yang relevan dengan karakteristik setiap negara.

Selain membahas agenda keuangan digital, Indonesia menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian sektor keuangan di bawah Presidensi G20 Amerika Serikat pada 2026.

Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk melanjutkan kerja sama dengan Inggris yang akan memegang Presidensi G20 pada 2027, bersama seluruh negara anggota, guna memajukan agenda ekonomi dan keuangan global.

Share insight ini: